Dalam detik ini ,
Tiada lagi dentuman dada yang kencang .
Aku harus menerima hakikat ini .
Tanpa sokongan kau , aku harus berdiri atas kaki dan tangan sendiri .
Bukannya tak berdaya , cuma tak yakin mampu melakukannya .
Kita masih sedang belajar menyayangi .
Tapi entah mengapa , wujud ruang antara kita .
Ruang yang seakan akan tidak lagi mahu menjalinkan kemesraan .
Lalu , gugurlah gerimis di birai mata bagaikan daun yang berguguran .
Yang membawa pergi segala duka di benak hati .